oleh Antonio Gomes Pereira, S.I.P · Non-Fiksi
Dalam duka, waktu terasa berbeda. Orang-orang mungkin datang, mengucapkan belasungkawa, memeluk, dan memberi kata-kata penghiburan. Namun, setelah keramaian berlalu, yang tersisa adalah sunyi. Sunyi itulah yang paling berat. Sunyi membuat kita sadar bahwa orang yang kita cintai tidak lagi ada di tempat biasanya. Tidak ada suara. Tidak ada nasihat. Tidak ada tatapan. Tidak ada kehadiran yang selama ini memberi rasa aman.
Hidup manusia penuh warna. Ada suka dan duka. Ada tawa dan air mata. Ada harapan dan kehilangan. Ada pertemuan yang membahagiakan, ada perpisahan yang menghancurkan. Dalam masa duka, manusia sering bergerak antara menghadapi kehilangan dan mencoba kembali menjalankan hidup.
Buku ini tercatat resmi di sistem HPSBN Halo Penulis Group.