oleh Idil Akbar Ansar · Novel
Sebelum rumah itu dipenuhi suara anak dan cucu, ada dua orang yang lebih dahulu belajar tentang kehilangan, perjuangan, dan bertahan.
Di sebuah rumah kayu Iyye dan Enci membangun kehidupan yang kelak menjadi tempat bertumbuhnya sebelas anak, lalu menantu, cucu, hingga cicit.
Iyye mencintai dalam diam melalui ketegasan, tanggung jawab, dan doa yang jarang diketahui anak-anaknya. Enci mencintai dengan cara berbeda melalui dapur yang selalu hidup, tangan yang merawat, dan senyum yang membuat rumah terasa sebagai tempat pulang.
Namun waktu berjalan. Anak-anak tumbuh, rumah sunyi, dan usia membawa Iyye serta Enci menuju akhir perjalanan. Ketika keduanya tak lagi menunggu di rumah kayu, apa yang membuat keluarga tetap ingin kembali?
Sebuah kisah tentang perjuangan, kehilangan, kasih sayang, dan warisan yang hidup dalam doa, ingatan
serta alasan untuk tetap pulang.
Buku ini tercatat resmi di sistem HPSBN Halo Penulis Group.